PEMBUNUHAN DI MALAM NATAL

Namaku Jeni. Aku seorang mahasiswi baru 2014 fakultas sastra inggris di salah satu universitas kenamaan di Bandung. Selama berkuliah, aku dan teman2ku se-fakultas diwajibkan untuk selalu berbahasa inggris tujuannya agar kita terbiasa.

Hari ini malam natal, aku dan kelompok belajar kuliahku berencana untuk pergi ke gereja bersama-sama. Kelompokku terdiri dari 6 orang. Nick menjadi ketua kelompok kita karena dia memang paling fasih berbahasa inggris dan dikenal sebagai sosok pemimpin yang baik. Ada Yoseph dan Louis yang selalu terlihat mesra. Mereka memang berpacaran sejak SMA. Louis adalah satu2nya wanita selain aku di kelompokku. Ia memang cantik dan pintar maka tak heran ia selalu menjadi idaman bagi setiap kaum adam. Ada Ben yang selalu bertingkah konyol kadang berlebihan tapi kami menyukainya. Hanya Theo yang selalu menolak menggunakan bahasa inggris karena dia sebenarnya ingin masuk sastra Indonesia. Theo memang sosok yang jujur mengatakannya karena dia anak seorang pendeta.

Sebelum berangkat aku dan teman2ku berkumpul terlebih di rumah Theo. Seperti biasa, Ben selalu menjadi yang terakhir datang bila kita berkumpul bersama. Kamipun berangkat ke gereja untuk merayakan malam natal. Setelah beribadah, kamipun berkumpul bersama di suatu rumah makan untuk merayakan malam natal karena memang keluarga kami sedang tak ada di rumah. Theo bertingkah aneh selama kami berkumpul. Theo hanya berdiam saja. Beberapa kali Ben menghiburnya namun Theo tetap saja diam. Mungkin dia sedang bersedih karena sedang bertengkar dengan pacarnya. Tak terasa waktu menunjukan hampir tengah malam. Karena besok ada ibadah pagi di gereja, kamipun pulang ke rumah masing masing.

Besoknya kami berencana untuk beribadah kembali di ibadah natal pagi di gereja. Besoknya kami dikejutkan oleh tampang ketakutan Ben yang hanya berdiri di teras rumah Theo. Ben hanya diam saja. Setelah beberapa saat, ia bercerita bahwa ia menemukan mayat Theo tergeletak di kamarnya. Sontak kamipun terkejut dan segera berlari menuju kamarnya. Kami hanya terdiam melihat mayatnya yang sedang memegang sebuah belati. Kami mendekati mayatnya dan ada tulisan darah aneh di samping mayatnya.

“Aku berkencan selama dua hari, tapi bukan bulan ini.”

Terdapat luka di sekitar perutnya. Mungkin dia bunuh diri karena tidak dapat merayakan natal bersama pacarnya. Kami hanya bisa menangis di samping mayatnya. Ini merupakan hadiah natal terburuk yang pernah kudapat.

Siapa pelaku dan motif dari pembunuhan tersebut?

 

[spoiler title=”Buka jawaban apabila sudah menyerah”]

Hari ini malam natal dan Jeni maba 2014= 24 Desember 2014.

Kelompok terdiri dari 6 orang: Nick (ketua), aku, Yoseph dan Louis berpacaran, Ben konyol, Theo jujur dan tidak suka bahasa inggris.

TKP adalah rumah Theo. Tidak ada keluarga=rumah sepi. Waktu hampir tengah malam=mendekati jam 12 malam. Besok pagi ada ibadah. Ben pertama melihat mayat berarti pintu tidak dikunci. Theo terlihat bunuh diri karena saat di tkp, Theo sedang memegang belati dengan luka tusuk di perut.

Aku berkencan selama dua hari, tapi bukan bulan ini. I am dating for two days, but not this month. dating=date=tanggal two days=today=hari ini not this month= bukan desember (karena natal) tanggal hari ini, tapi bukan desember. karena natal = 25 Desember 2014= 25.12.14 25.12.14, tapi bukan desember = 12 dicoret = 25& 14. Ini merupakan inisial dari pelaku 25 = Y dan 14 = N.

Pelaku adalah Yoseph dan Nick.

Motif:

Yoseph= sebagai pemimpin yang baik dan bertanggung jawab, ia ingin membuat kelompok belajarnya terlihat kompak. Namun Theo selalu menolak menggunakan bahasa Inggris yang membuat kelompoknya tidak kompak.

Nick= pacarnya Louis. Louis cantik dan pintar. Theo dikenal jujur. Theo menyatakan perasaan kepada Louis yang membuat Theo bertengkar dengan pacarnya. Karena Louis dan Nick pacaran dari SMA, Nick mengetahui apa yang dilakukan Theo.

Akhirnya Nick dan Yoseph mengikuti Theo ke rumahnya kemudian membunuhnya dan membuat korban seolah2 bunuh diri. Kesalahan pelaku yaitu tidak mengunci pintu yang membuat Ben bisa masuk ke rumah Theo pagi harinya. Luka di perut dapat membuat Theo sekarat sehingga Theo menulis sandi dengan menggunakan darahnya.

[/spoiler]

Advertisements
PEMBUNUHAN DI MALAM NATAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s